PERNIKAHAN SAYYIDINA ALI DAN SAYYIDAH FATIMAH
Disebut-sebut bahwa hanya Ali yang paling cocok dengan Fatimah. Namun karena Ali keadaan Ali yang masih miskin, membuatnya ia maju mundur untuk melamar Fatimah. Ia hanya punya hati, tak punya harta. Karena ia tak bisa mendapatkan harta waris dari ayahnya yang musyrik.
Hingga waktu pernikahan tiba, Ali memberikan baju besi, yang diberikan Rasulullah kepadanya, untuk menikahi Fatimah. Sesudah segalanya disiapkan, pernikahan pun dilangsungkan. Dalam perhelatan itu disembelih seekor domba, dan beberapa orang dari Anshor ada yang menyediakan makanan.
Pernikahan yang berlangsung dalam bulan Dzulhijjah tahun ke-2 tahun Hijriyah. Setelah segala sesuatunya disiapkan, nabi sendiri yang kemudian menikahkan pasangan yang sangat serasi itu. Untuk hadiah pernikahan Rasulullah memberika selembar permadani putih. Perempuan-perempuan Anshar yang kaya datang untuk memberikan hadiah dua pakaian pengantin yang indah, beberapa parfum dan wangi-wangian.
Selesai pernikahan, Rasulullah memberikan do'a selamat untuk kedua pengantin baru. Diantara do'a beliau adalah:
بارك الله لك وبارك عليك وجمع بينكما في خير
"Semoga Allah memberi berkah dan selamat kepadamu dan mempertalikan kalian berdua dalam keserasian."
Itulah kisah pernikahan putri bungsu Rasulullah SAW dengan putra bungsu Abu Thalib. Tentu Rasulullah merasakan bagaimana perasaan putrinya yang sudah lama ditinggalkan oleh ibundanya. Meskipun sangat ayah sudah mencurahkan begitu besar kepada putrinya. Oleh sebab itu, Rasulullah meminta kedua istrinya Aisyah dan Umu Salamah menguruskan segala sesuatu yang mungkin diperlukan dalam acara pernikahan itu menggantikan ibunya, Khadijah yang telah wafat.
Dari pernikahan tersebut lahir dua anak laki-laki , Hasan dan Husein, dan dua anak perempuan Zainab dan Um Kulsum.
Penulis : Sylviyatul A
Kontributor : Tim Elhida Press