Minggu, 31 Mei 2020

ABDULLAH IBNU MUBARAK DAN SEORANG MAJUSI


ABDULLAH IBNU MUBARRAK DAN SEORANG MAJUSI

Dikisahkan ketika musim haji, tatkala Abdullah ibnu Mubarrak sedang melaksanakan haji dan ia tertidur di hijir Ismail. Kemudian ia bermimpi melihat Rasulullah saw. dan berkata "Jika engkau kembali ke Baghdad, pergilah ke suatu tempat dan carilah seorang bernama Bahram al-Majusi. Sampaikan salamku padanya dan katakan bahwa Allah telah meridhainya". Dan terbangunlah ia dari tidurnya seraya mengucap kalimat hauqolah. Ia berfikir, mungkin saja ini mimpi dari syaitan. Berwudhulah Abdullah ibnu Mubarak kemudian ia berthawaf. Setelah itu, ditidurnya yang kedua mimpi itu terulang kembali seperti sebelumnya. Begitulah mimpi itu terulang sampai tiga kali.

Setelah selesai melaksanakan ibadah haji, ia pulang ke Baghdad dan segera menuju tempat yang ditunjukan oleh Rasulullah saw. dimana ia dapat menemui Bahram al-Majusi, seorang pria tua bertubuh besar. Mulailah Abdullah ibnu Mubarak bertanya padanya "Hai Bahram! Kebajikakan apa yang telah engkau perbuat? ". 
Bahram menjawab "Aku telah memberi hutang baru kepada beberapa orang dengan riba, dan menurutku itu adalah perbuatan kebajikan". 
"Itu adalah perbuatan haram dalam agama Nabi Muhammad, adakah kebijakan lain yang kau kerjakan?" tanya ibnu Mubarak. 
"Ya, aku mempunyai empat anak perempuan yang telah aku kawinkan dengan empat anak laki-lakiku" jawab Bahram. 
"Itupun haram dalam agama Nabi Muhammad, apakah ada lagi?" kata ibnu Mubarak.
"Aku telah membuat pesta besar bagi orang Majusi untuk merayakan perkawinan anak-anakku" kata Bahram. 
"Itupun haram, ada yang lain?" tanya ibnu Mubarak lagi. 
"Ya, selain empat gadis yang telah aku kawinkan dengan anakku, ada lagi seorang gadis yang cantik. Karena aku tidak mendapat jejaka yang layak untuknya, maka aku kawin sendiri anakku itu dan aku merayakan pesta dengan mengundang lebih dari seribu orang Majusi" jawab Bahram. 
"Hal itu juga haram, adakah hal selain itu?" tanya Abdullah ibnu Mubarak. 
"Ya, pada suatu malam ketika anakku hendak naik tempat tidurku, ada seorang perempuan beragama Islam menyalakan lampu bakar, kemudian ia memadamkannya. Dan ia pergi setelah memadamkan lampu itu. Ia datang lagi ke tempat semula dengan lampu yang padam. Hingga ia pergi dan kembali sampai tiga kali berulang. Kejadian itu membuatku curiga, dalam hatiku ada sangkaan bahwa ia mungkin saja mata-mata atau kelompok perampok. Akhirnya, aku mengikuti jejaknya sampai ia pulang ke rumahnya. Di sana aku melihat empat anak yang sedang menunggu dan menyambut kedatangan ibunya. Salah seorang anak berkata "Ibu, apa yang kau bawa? Apakah engkau membawa sesuatu untuk kita makan? Kita sangat lapar". Sambil bercucuran air mata, si ibu berkata "Aku segan dan merasa malu pada Allah untuk meminta-minta dari hambanya, terlebih lagi dari seorang Majusi musuh Allah".

Kemudian Bahram melanjutkan ceritanya "Mendengar percakapan ibu dan anak tadi, segeralah aku pulang untuk mengambil makanan. Kemudian aku kembali ke rumah itu, ku bawakan mereka baki yang penuh dengan berbagai makanan dan minuman. Begitu gembira keluarga itu menyambutku".
"Itulah amal kebajikanmu" kata Abdullah ibnu Mubarak. "Dan engkau boleh merasa bangga dan gembira dengan berita yang aku bawa dari perjalanan hajiku". Kemudian Abdullah ibnu Mubarak menceritakan mimpi yang dialaminya.

Seketika itu pula Bahram al-Majusi bersyahadat di hadapan Abdullah ibnu Mubarak. Setelahnya, Bahram terjatuh dan menghembuskan nafas terakhirnya. Ia wafat dalam keadaan memeluk agama Islam dengan mendapat ridho Allah swt. 

Sumber : Kitab Durratun Naasihiin 

Penulis :Sylviyatul A
Kontributor : Tim El-Hida Press

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pendaftaran santri baru Pondok Pesantren Al-Hidayah

 http://gg.gg/ppdb-ppalhidayahkarangploso