Jumat, 24 Januari 2020

Ringkasan Tentang Ilmu



Ringkasan Tentang Ilmu 
Seorang pemuda dikatakan pandai, jika dia mau mencari ilmu. Sebaliknya, jika ia merasa cukup dengan ilmunya maka ia bodoh. 
Imam Qodhi Husain menukil :

عن النبی صلی الله عليه وسلم قال: من احب العلم 
والعلماء لم تكتب عليه خطياءته ايم حياته
"Barang siapa yg mencintai ilmu dan ulama. Maka,tidak ditulis kesalahan hidupnya sehari-hari."

Ada beberapa hal yang penting mengenai ilmu, diantaranya :

1. Tentang Keindahan Sebuah Ilmu
    Ilmu dapat menjadikan hati seseorang menjadi terang (padhangnya hati). Seseorang yang berilmu akan memperoleh beberapa hal sebgai wujud dari 
berkah ilmu yang ia miliki, antara lain� :
a. Kemuliaan
b. Keluhuran derajat
c. Kewibawaan
d. Kekayaan

2. Siksanya Ilmu 
    Siksanya ilmu itu terletak di matinya hati, matinya hati tersebut sebab mencari duniawi dengan tujuan ‘menjual agama’. Barang siapa mencari ilmu dgn tujuan duniawi maka, tidak akan mencium aroma surga. 

3. Maqolah-Maqolah Tentang Ilmu 
Abah Muchlas Ahmad Sholeh
▪ Ilmu yang manfaat ialah ilmu yang didapatkan langsung diamalkan.�
▪ Ilmu yang dialami lebih tajam daripada ilmu yang diceritakan.

 Gus Mabish Ikhwanudin
▪ Semakin tinggi ilmu seseorang,semakin lupa kalau dia berilmu dan mulia. 

Ust. Yazid Bustomi Mas'ud
▪ Ilmu akan lebih mudah meresap dalam jiwa bila kita senantiasa menjaga cinta terhadap sang pengampu ilmu. Baik itu guru, kyai, ulama yang lebih penting adalah Kanjeng Nabi Muhammad.
▪ Disamping tanda tersebut, terdapat beberapa hal penting yang seharusnya dilakukan bagi seorang murid saat menempuh masa mencari ilmu diantaranya senantiasa menjaga wudlu, menjaga tatakrama 
terhadap guru dan ilmu, senemantiasa melanggenggakan dzikir dan wirid sehingga hatinya dapat bersih dan mudah memperoleh ilmu yang disampaikan.

 Ust. Syahrul Fatoni
▪ Ilmu tanpa diamalkan bagaikan pohon yang tak berbuah

Gus Hasib Ismail
▪ Allah mencabut ilmu dari ulama'. Dengan mewafatkan ulama' itu.

Ust.Fathul Ulum 
▪ Ilmu adalah cahaya dann cahaya Allah tidak akan diberikan kepada orang yang ahli maksiat.

Penulis : Alfi Nur Abidloh
Kontributor : Tim El-Hida Press�



Jumat, 17 Januari 2020

KYAI AL - MUNAWIR



KISAH KYAI AL MUNAWWIR KRAPYAK YOGYAKARTA

Mbah.KH Said Gedongan Cirebon (kakek KH.Mahrus Aly Lirboyo) sering mengirim uang kepada KH. Munawwir Krapyak Yogyakarta ketika mondok di Makkah,padahal beliau berdua tidaklah saling kenal. Hal tersebut 
didasarkan karena kekaguman Mbah Said saat memdengar kabar bahwa ada orang Jawa yang rela susah payah mondok di Makkah demi menghafal Alquran.

Ketika Mbah Munawwir pulang ke tanah air, beliau segera mencari alamat Mbah Said untuk bersilaturrahmi dan mengucapkan terimakasih. Dan di 
Cirebon pada saat yang sama, Mbah Said mengutus kepada santri-santrinya untuk segera wudlu. Dan beliau berkata " kalo memang Kyai Munawwir
adalah Wali, maka hari ini juga beliau akan datang kesini. Dan santri yang tidak punya wudlu dilarang salaman dengan orang suci" Subhanallah, Mbah 
Munawwir pada saat itu juga datang di Gedongan Cirebon. 

Beberapa tahun kemudian, melihat potensi dan kemampuan Mbah Munawwir, Kraton Yogja mengangkat beliau menjadi seorang qodli (hakim). 
Disamping menjadi qodli, beliau juga membuka pengajian di sekitar kraton.Seiring berjalannya waktu, semakin banyak jamaah pengajian beliau sehingga 
tempat yang telah disediakan tidak lagi muat. Hingga akhirnya Mbah Said memberikan sebidang tanah wakaf kepada Mbah Munawwir yang menjadi cikal bakal Pondok Pesantren Krapyak. Sosok Mbah Munawwir yang terkenal sebagai pembawa Alquran ketanah Jawa tidak lepas dari figur ayahanda beliau yakni KH.Abdulloh Rosyad. Pada waktu muda, Mbah Rosyad mempunyai keinginan kuat untuk menghafal Alquran. Itu dibuktikan, ketika beliau menghafal di barengi dengan riyadloh/tirakat dengan berendam di sungai, 
mungkin agar tidak ngantuk. Berkali2 beliau melakukan tirakat tersebut dan suatu hari beliau memdengar suara."Hafalkan semampumu, karena itu bagianmu. Dan tidak usah berkecil hati, kamu akan di beri keturunan yang ahli Alquran".


Penulis : Wasilatul Karimah
Kontributor : Tim El-Hida Press
Sumber : Artikel Pecinta Ulama Nusantara

Jumat, 10 Januari 2020

KISAH IKAN LAUT YANG BERDZIKIR


KISAH IKAN LAUT YANG BERDZIKIR

Diceritakan bahwa Dzin Nun al-Misri berburu ikan dilaut bersama dengan putrinya yang masih kecil. Ia memasang jaringnya di dalam laut. Ketika diangkat, ia mendapatkan seekor ikan. Kemudian ikan itu diambil dan diberikan kepada putrinya.

Ketika putrinya melihat ikan itu, ia melihat bahwa ikan itu menggerakkan kedua bibirnya. Menurut pemahamannya, ikan itu berdzikir kepada Allah, kemudian ikan itu dilemparkan kembali ke laut.
"Kenapa engkau sia-siakan usaha kita?" tanya Dzin Nun.
"Aku tidak rela makan makhluk yang berdzikir kepada Allah." jawab putrinya.
"Kalau begitu, kita akan berbuat apa?"
"Kita bertawakal saja kepada Allah agar Allah memberi kita rezeki dari sesuatu yang tidak berdzikir kepada Allah."

Mereka kemudian meninggalkan pekerjaan tersebut dan bertawakal kepada Allah sampai sore hari. Sampai sore pun keduanya tidak menemukan sesuatu untuk dimakan. Ketika waktu isya' tiba, Allah menurunkan hidangan dari langit yang berupa anekamakanan.Selama 12 tahun hidangan seperti itu selalu turun dari langit tiap malam. 

Dzin Nun menduga bahwa turunnya hidangan dari langit itu disebabkan shalat, puasa, dan ibadahnya.
Akan tetapi setelah putrinya wafat, hidangan tersebut terhenti. Dengan demikian, dia menyadari bahwa hidangan tersebut turun dari langit sebab putrinya bukan dirinya. Ini adalah salah satu contoh dari keutamaan bertawakal kepada Allah SWT.


Penulis : Dian Maulidiyyah
Kontributor : Tim El-Hida Press
Sumber : Buku 101 Cerita Karya KH. Moch. Djamaluddin Ahmad�

Minggu, 05 Januari 2020

KEUTAMAAN MENCARI ILMU



KEUTAMAAN MENCARI ILMU

Nabi Sulaiman pernah ditawari Allah atas tiga perkara. "Hai Sulaiman!!! Kamu memilih mana antara, ilmu, harta dan kekuasaan?". Namun ternyata yang dipilih oleh Nabi Sulaiman bukanlah harta dan kekuasaan, melaikan ia 
lebih memilih ilmu. Karena dengan ilmulah Nabi Sulaiman memiliki kekuasaan dan Kerajaan yang megah, harta yang melimpah, segala nya mewah, dan bahkan istrinya 
cantik jelita. Dengan ilmu juga bisa mengangkat derajat seseorang. Sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-Mujadalah ayat-11:

يرفع هللا الدين امنوامنكم والدين اوتواالعلم درجت

"Allah akan meninggikan orang-orang yang berilmu diantara kamu dengan beberapa derajat."

Maka telah dijelaskan didalam al-qur'an bahwa pengangkatan derajat bagi ahli ilmu. Ilmu juga disebut sebagai tiang agama. 
 
طلب العلم فريضة على كل مسلم 

“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim” 
(HR. Ibnu Majah) 

Maka diwajibkan bagi seorang muslim untuk mencari ilmu. Ketika diwajibkan oleh Allah sebagai seorang muslim hendaklah kita menurut ilmu selagi kita mampu. Ilmu juga bisa memudahkan jalan kita menuju surga, 
sebagaimana dijelaskan hadits Abu Hurairah, Rasulullah bersabda:
من سلك طريقا ياتمس فيه علما ، سهل الله له به طريقاإلى الجنة

“Barang siapa menelusuri jalan untuk mencari ilmu padanya, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim).



Penulis : Sylviyyatul Aliyyah
Kontributor : Tim El-Hida Press

Sabtu, 04 Januari 2020

RAHMAT ALLAH .SWT.


RAHMAT ALLAH .SWT.

Menurut Ibnu Faris, dalam Maqayis Al-Lughah setiap kata yang berakar dari tiga huruf (râ’, hâ’, dan mîm) memiliki arti dasar 'kelembutan'. Sedangkan definisi Rahmat menurut Abah Muchlas (Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayah) adalah kasih sayang Allah yang dicurahkan atau ditunjukkan kepada 
makhlukNya. 

Dalam kitab Sahih Al-Bukhori melalui jalur Abu Hurairah .ra., Nabi Muhammad pernah menyatakan bahwa pada hari penciptaannya, Allah .swt. menciptakan 100 rahmat. Sejumlah 99 Rahmat masih dipegang oleh Allah 
.swt. untuk disimpan. Dan hanya satu Rahmat saja yang disebarkan Allah .swt. bagi seluruh makhluknya. Beliau (Abah Muchlas) juga menuturkan macam-macam daripada Rahmat, yaitu :

1. Rahmat berupa Maghfiroh (ampunan) 
Rahmat tersebut ditunjukkan pada hambanya yang memelas untuk bertaubat dan meminta ampunan atas dosa yang diperbuatnya, baik dosa kecil ataupun dosa besar.

2. Rahmat berupa pertolongan 
Rahmat tersebut dapat berupa solusi bagi hambaNya yang menghadapi kesulitan dalam suatu persoalan.

3. Rahmat berupa Hidayah (petunjuk)
Rahmat ini adalah bukti bahwa Allah .swt. memberikan petunjuk bagi hambaNya yang memohon diberi petunjuk.

Dengan adanya Rahmat yang dimiliki oleh Allah .swt. hendaknya kita meneladani pula adanya pemberian rahmat itu pada diri kita. Saling mengasihi sesama muslim dan memberi kasih sayang pada semua makhluk ciptaanNya. Dengan begitu kita akan saling menumbuhkan rasa kasih sayang antar sesama dan dimanapun kita berada. 

Rasulullah juga bersabda mengenai hadits tentang kasih sayang :
من لا ير حم لا ير حم
"Barangsiapa yang tidak menyayangi, dia tidak akan disayangi".

Jadi, mari bersama - sama menjaga rasa kasih sayang dengan sesama dan mensyukuri rahmat yang diberikan Allah .swt. pada kita semua. 


NB; Definisi dan macam-macam rahmat diintisarikan saat Sholat Rutinan Malam Ahad Kliwon dalam muqoddimah beliau (Abah Muchlas) mengenai 
Rahmat Allah SWT.


Penulis : Rifdah Khoirun Nisa
Kontributor : Tim El-Hida Press

Pendaftaran santri baru Pondok Pesantren Al-Hidayah

 http://gg.gg/ppdb-ppalhidayahkarangploso