KISAH IKAN LAUT YANG BERDZIKIR
Diceritakan bahwa Dzin Nun al-Misri berburu ikan dilaut bersama dengan putrinya yang masih kecil. Ia memasang jaringnya di dalam laut. Ketika diangkat, ia mendapatkan seekor ikan. Kemudian ikan itu diambil dan diberikan kepada putrinya.
Ketika putrinya melihat ikan itu, ia melihat bahwa ikan itu menggerakkan kedua bibirnya. Menurut pemahamannya, ikan itu berdzikir kepada Allah, kemudian ikan itu dilemparkan kembali ke laut.
"Kenapa engkau sia-siakan usaha kita?" tanya Dzin Nun.
"Aku tidak rela makan makhluk yang berdzikir kepada Allah." jawab putrinya.
"Kalau begitu, kita akan berbuat apa?"
"Kita bertawakal saja kepada Allah agar Allah memberi kita rezeki dari sesuatu yang tidak berdzikir kepada Allah."
Mereka kemudian meninggalkan pekerjaan tersebut dan bertawakal kepada Allah sampai sore hari. Sampai sore pun keduanya tidak menemukan sesuatu untuk dimakan. Ketika waktu isya' tiba, Allah menurunkan hidangan dari langit yang berupa anekamakanan.Selama 12 tahun hidangan seperti itu selalu turun dari langit tiap malam.
Dzin Nun menduga bahwa turunnya hidangan dari langit itu disebabkan shalat, puasa, dan ibadahnya.
Akan tetapi setelah putrinya wafat, hidangan tersebut terhenti. Dengan demikian, dia menyadari bahwa hidangan tersebut turun dari langit sebab putrinya bukan dirinya. Ini adalah salah satu contoh dari keutamaan bertawakal kepada Allah SWT.
Penulis : Dian Maulidiyyah
Kontributor : Tim El-Hida Press
Sumber : Buku 101 Cerita Karya KH. Moch. Djamaluddin Ahmad
Tidak ada komentar:
Posting Komentar