Senin, 28 September 2020

Kisah Burung Hijau dan Ikan Besar




Rezeki Allah .swt. Tidak Perlu Diragukan
(Kisah Burung Hijau dan Ikan Besar

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمَا مِنْ دَاۤ بَّةٍ فِى الْاَ رْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَ يَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ

"Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz)."
(QS. Hud 11: Ayat 6)

Dikisahkan bahwa Allah .swt. telah menciptakan burung berwarna hijau yang terbang di udara. Di atas punggung  burung tersebut Allah menciptakan tombak, begitupun di bawah perut burung tersebut. Kemudian Allah juga menciptakan ikan besar di lautan.

Suatu ketika ikan besar tersebut sedang memakan ikan-ikan kecil, kemudian sisa daging ikan keci itu terselip di antara gigi ikan besar. Hal tersebut membuat ikan besar merasa kesakitan, maka dikeluarkanlah kepala ikan besar itu dari air laut dan ikan besar membuka mulutnya dengan lebar karena kesakitan yang dirasakan. 

Tak lama kemudian, datanglah burung hijau dan masuk dalam mulut ikan besar. Burung tersebut memakan sisa makanan yang terselip di antara gigi-gigi ikan besar.

Namun, ikan besar itu tidak kuasa mengunyah dan memakan burung hijau yang berada di dalam mulutnya. Padahal si burung hanyalah mengganjal mulut ikan besar dengan kedua tombak yang Allah ciptakan di tubuhnya. 

Setelah sisa makanan yang terselip di gigi ikan besar habis dimakan oleh burung hijau, burung itu kemudian terbang lagi ke udara. 

Akhirnya, ikan besar tersebut kembali ke dalam air dan merasa lega dengan hilangnya rasa sakit tadi. 

Seperti itulah kekuasaan Allah .swt. Sang Maha Pemberi Rezeki. Dihilangkan-Nya rasa sakit sebab sisa makanan yang terselip di gigi ikan besar dan diberi-Nya rezeki berupa makanan bagi burung hijau.

Jika rezeki bagi hewan saja Allah .swt. memberinya atas kekuasaan yang tak disangka, lantas bagi manusiapun pasti Allah .swt. tidak akan membiarkan tanpa rezeki. 


"Setiap sesuatu menjadi sebab kepada seuatu yang lain".

Penulis : Dewinta Munasaroh
Sumber : Kitab Al-Mawa'idzul Ushrufiyyah (Pengajian Rutin oleh Ustadz Fathul Ulum. Jum'at, 25 September 2020)
Kontributor : Tim Elhida Santri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pendaftaran santri baru Pondok Pesantren Al-Hidayah

 http://gg.gg/ppdb-ppalhidayahkarangploso