Sabtu, 16 November 2019

Do'a Antara Adzan dan Iqomah

DOA MUSTAJAB
Antara adzan dan iqomah, dalam pengajian rutin sabtu sore oleh Abah Muchlas pengasuh Ponpes Alhidayah Karangploso. Merupakan salah satu waktu dimana doa seorang hamba tidak akan ditolak oleh Allah, dalam artian langsung diterima. Akan tetapi tetap harus memperhatikan syarat dan rukun doa.
Beliau menuturkan bahwa ada 3 kategori doa yang mustajabah, diantaranya:

1. Disebabkan oleh tempatnya.
Dalam hal ini, beliau mencontohkan Masjidil Haram. Dimana orang muslim yang berdoa ditanah tersebut doanya pasti mustajabah. Kemudian dicontohkan 
lagi seperti makam para wali songo. Seperti makam Sunan Giri. Beliau menceritakan; bahwa dulu pada saat Sunan Giri (biasa disebut Joko Samudro atau Raden Paku), para santri yang masih mondok ditempat beliau 
kebingungan dikarenakan akan adanya penyerangan para penjajah untuk menghancurkan pondok milik Sunan Giri. Disebabkan oleh saking takutnya para santri atas penyerangan tersebut, saat para pasukan penjajah sudah mendekati area pondok. Maka para santri memanggil-manggil nama Sunan Giri (layaknya memminta bantuan kepada Allah melalui perantara beliau). Kemudian tanpa diduga keluar segerombolan lebah dari arah makam Sunan Giri, dan kemudian menyerang para penjajah sehingga mereka menjadi babak belur sampai lari tunggang langgang tak berani melanjutkan niat mereka semula.

2. Disebabkan oleh waktunya.
Pada penjelasan ini, waktu antara adzan dan iqomah salah satu contohnya. Doa apapun menurut beliau boleh untuk dipanjatkan selain doa setelah adzan. 
Karena pada waktu tersebut memiliki kekuatan atau daya ampuh dimana doa seorang hamba dapat terkabul.

3. Disebabkan oleh orangnya.
Maksudnya doa tersebut tidak bakal ditolak oleh Allah ada sebelas golongan diantaranya adalah doa orang tua pada anaknya, doa anak yang sholeh, doa orang yang teraniaya dan doa orang yang baru pulang menunaikan ibadah umroh atau haji. Orang yang baru pulang menunaikan ziaroh Makkah dan Madinah sesampainya dirumah selama 40 hari doanya maqbul. Salah satu alasannya adalah orang tersebut terlingkupi oleh para Malaikat yang jumlahnya 40 Malaikat, yang bertugas mengamini doa orang tersebut. 
Terlepas dari penjelasan diatas beliau menambahkan bahwa seyogyanya bagi para santri haruslah kuat tirakat ketika sedang berada di pesantren. Karena 
berkah dari tirakat yang dilakukan akan dituai dikemudian hari. 
Beliau bertutur salah satu tanda santri dulu ialah suka melakukan puasa, minimal puasa senin kamis. Maka beliau pun menganjurkan para santri untuk melakukan tirakat sehingga para santri kelak dapat memanen hasil daritirakatnya. Bila tidak didunia, kelak besok diakhirat.


Penulis : Yazid Bustomi
Kontributor : Tim Elhida Press
Di intisarikan dari pengajian kitab wasiatul mustofa 
hal. 13 bab doa - oleh KH. Muchlas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pendaftaran santri baru Pondok Pesantren Al-Hidayah

 http://gg.gg/ppdb-ppalhidayahkarangploso