Sabtu, 09 November 2019

Kisah Nabi Muhammad Part 1



Nabi Muhammad pertama kali diangkat menjadi rasul pada malam hari tanggal 17 ramadhan/ 6 agustus 611M. Ia mendapatkan wahyu pertama di gua hira'. Sebelum mendapat wahyu, adapula orang² yg mengetahui kerasulan nya, yaitu. 

1. Khadijah 
merupakan isteri pertama Nabi Muhammad. Nama lengkapnya adalah Khadijah binti Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushai. Khadijah al-Kubra, anak perempuan dari Khuwailid bin Asad dan Fatimah binti Za'idah, berasal dari kabilah Bani Asad dari suku Quraisy. Ia merupakan wanita as-Sabiqun al-Awwalun. 
Sebelum ia menjadi istri dari Muhammad, ia adalah seorang janda kaya quraisy. Ketika itu, ia penasaran dengan seorang Muhammad, ia menyuruh budaknya untuk senantiasa mengikuti Muhammad. 
Setelah mendengar cerita dari sang budak, ia semakin penasaran dengan Muhammad. Sebab Khadijah bukanlah wanita biasa, ia adalah seorang yang cerdas, ia telah membaca kitab Injil dan memahami makna didalamnya. Yang dikatakan didalamnya bahwa akan ada seseorang yang akan menjadi nabi akhir zaman, pemimpin dari para nabi dan rasul. ia menyangka bahwa Muhammad adalah orangnya. Lalu ia berniat melamar dan menjadikan Muhammad suami. 

Di usia 14 pernikahan Nabi Muhammad SAW dengan Siti Khatijah, Nabi Muhammad SAW sering menyendiri dan berkhalwat di goa Hira, yaitu goa yang berada di bukit Nur (jabal Nur) yang terletak di dekat Makkah. Berkhalwat ini dilakukan Nabi Muhammad SAW dengan khusuk, kadang sampai beberapa hari baru pulang jika bekal sudah habis. Di sanalah, beliau menghabiskan waktu selama berhari-hari dan bermalam-malam. Pada malam bertepatan dengan malam Jum’at tanggal 17 Ramadhan, yaitu ketika beliau sedang bertafakur di dalam goa Hira dan telah berusia empat puluh tahun, beliau didatangi malaikat Jibril yang seraya berkata kepadanya: “Bacalah!”, beliau menjawab: “Saya tidak bisa membaca”. Jibril mengulangi perintah ini untuk kedua kalinya dan ketiga kalinya. Dan pada yang ketiga kalinya, Jibril berkata kepadanya Artinya : “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan; Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah;  Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah;Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam;  Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”. (Al ‘Alaq : 1 – 5)

Setelah itu, Jibrilpun meninggalkannya, dan Rasulullah sudah tidak kuat lagi berada di goa Hira’. Akhirnya beliau pulang ke rumahnya dan menghampiri Khadijah dengan gemetar sambil berkata: “Selimuti saya!, selimuti saya!”, maka Khadijah pun menyelimutinya, sehingga rasa takutnya sirna. Lalu memberitahu Khadijah tentang apa yang telah diperolehnya dan berkata: “Sungguh saya khawatir terhadap diriku”. Khadijah menanggapinya dan menenangkan serta meyakinkan Nabi Muhammad SAW: “Sekali-kali tidak, demi Allah, Dia tidak akan merendahkan dirimu untuk selamanya, karena sesungguhnya engkau adalah orang yang menyambungkan tali persaudaraan, menanggung beban kesusahan orang lain, memberi orang yang tak punya, menjamu tamu, dan menolong orang yang menegakkan kebenaran”. Lalu Khadijah berkata kepada Muhammad "ketika nanti seorang itu datang, maka panggilah aku".
Lalu suara itu kembali terdengar "Hai orang yang berselimut, bangunlah, lalu berilah peringatan dan Tuhanmu agungkanlah, dan pakaianmu bersihkanlah.’ (Al-Mudatsir: 1-5)."

Ketika Khadijah mengetahui hal tersebut, Khadijah mencoba mengujinya dengan mengangkat roknya hingga paha, ia melihat reaksi apa yg akan terjadi, ternyata malaikat Jibril langsung hilang, dan dari situ Khadijah tau bahwa itu malaikat Jibril, dan ini adalah awal dari kerasulan nya Muhammad. 
Ayat tersebut merupakan permualaan dari masa kerasulan beliau SAW. Datang setelah masa kenabian yang berjarak rentang masa vakum turunnya wahyu. Ayat-ayat tersebut mengandung dua jenis taklif beserta penjelasan dan konsekuensinya.

2. Waraqah bin naufal
Waraqah bin Naufal  adalah satu di antara orang-orang yang pertama kali membenarkan tentang kerasulan Muhammad SAW. 

Waraqah, seorang Nasrani yang merupakan sepupu tertua dari jalur ayah Khadijah tak sedikitpun ragu ketika mendapatkan kabar tentang kerasulan Nabi. Dia meyakini Muhammad adalah utusan Allah SW yang terakhir seperti tertulis dalam Injil. 
Setelah mendengarkan peristiwa yang dialami Nabi, Khadijah mengajak suaminya menemui putra pamannya yakni Waraqah bin Naufal bin Asad bin Abdul 'Uzza yang menulis kitab Injil dalam bahasa Ibrani. 
Setelah nabi bertemu dengan Waraqah, nabi pun menceritakan kembali tentang peristiwa yang dialaminya. Waraqah pun meyakini dan membenarkan kerasulan Nabi dan menyatakan apa yang dialami Nabi Muhammad sama seperti yang telah diturunkan Allah kepada Nabi Musa. 

Waraqah menjelaskan pada Nabi bahwa Nabi Muhammad akan disakiti dan diusir kaumnya. "Ini adalah Namus, seperti yang pernah Allah turunkan kepada Musa. Duhai seandainya aku masih muda dan aku masih hidup saat kamu nanti diusir oleh kaummu. 
Seandainya aku ada saat itu, pasti aku akan menolongmu dengan sekemampuanku," kata Waraqah. 
Namun Waraqah tak mengalami masa-masa yang telah diucapkannya di mana kaum kafir Quraisy menyakiti Nabi setelah mendapatkan wahyu. Sebab Waraqah terlebih dulu meninggal dunia.   

3. Pendeta Buhaira
Ketika Muhammad berusia 12 tahun, abu Thalib sangat paman hendak berniaga ke Syam. Abu Thalib tdk tega meninggalkan Muhammad dimakkah seorang diri, akhirnya ia mengajak Muhammad ikut bersamanya. 
Hingga akhirnya, kafilah itu tiba di sebuah tempat pertapaan di Bushra, antara Syam dan Hijaz. Di sana mereka bertemu dengan seorang rahib bernama Buhaira. Sang rahib takjub menyaksikan anak laki-laki yang bernama Muhammad itu.
Betapa tidak, awan selalu bergerak memayungi ke mana pun Muhammad kecil melangkah. Sang rahib pun segera menghampiri calon nabi dan rasul terakhir itu. Buhaira memeriksa sekujur tubuh Muhammad untuk melihat tanda-tanda kenabian yang diterangkan dalam kitab-kitab suci terdahulu.
 Ia akhirnya menemukan tanda kenabian itu di punggung Muhammad, di antara kedua pundaknya, lalu ia mencium tanda itu. Lalu ia bertanya kepada abu Thalib "siapakah anak ini? " Abu Thalib  menjawab, "anakku". Lalu ia bertbertanya kembali pada abu Thalib, " Siapakah anak ini?" Abu Thalib pun menjawab, "anakku".
Ia masih ragu dengan jawaban abu Thalib, karena yang ia ketahui dalam kitab Injil diceritakan bahwa utusan yang terakhir adalah seorang yatim piatu. Lalu ia kembali bertanya " Siapakah anak ini? " Seperti sebelumnya, abu Thalib menjawab"anakku" Lalu ia hanya berpesan kepada abu Thalib, "jaga anak ini baik-baik".

Itulah sedikit kisah orang-orang yang pertama kali mengetahui kerasulan Muhammad. 


Penulis : Sylviatul Aliyyah
Kontributor : Tim Elhida_Press
Sumber : Ngaji rutin sabtu pagi, Gus Hasib Ismaili
Sabtu, 30 November 2019

1 komentar:

  1. Update terus yaa... Aku tunggu update selanjutnya. Semoga selalu bermanfaat.

    BalasHapus

Pendaftaran santri baru Pondok Pesantren Al-Hidayah

 http://gg.gg/ppdb-ppalhidayahkarangploso