SHODAQOH
Shodaqoh memiliki arti yaitu sebuah pemberian seorang muslim kepada orang lain secara sukarela dan ikhlas (tanpa pamrih balasan), tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu. Shodaqoh tidak hanya berupa harta saja, amal baik juga termasuk dalam kategori shodaqoh, seperti tersenyum kepada sesama muslim lainnya.
Macam-macam shodaqoh ada dua yaitu:
1).Shodaqoh Siri atau disebut dengan sedekah samar
yaitu sedekah yg dirahasiakan, seseorang yang melakukan sedekah seperti ini bisa terlihat dengan cara pemberian yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan tidak diketahui orang lain. Dalam kata lain ialah identitas si pemberi tidak diketahui orang lain, bahkan si penerima sendiri tidak mengetahuinya dari siapa shodaqoh ini berasal.
2).Shodaqoh Jali atau disebut dengan sedekah secara terang-terangan
yaitu sedekah yg diakadkan. Seperti membayar denda dan nadzar. Bentuk sedekah seperti ini bermacam-macam. Hanya saja berbeda dengan poin pertama yaitu shodaqoh sirri. Shodaqoh jali, orang yang memberikan bertatap muka langsung dengan si penerima atau melalui perantara dengan menunjukkan identitas pemberi.
Diantara dua macam shodaqoh diatas, yang lebih utama ialah Shodaqoh Sirri. Karena secara jelas si pemberi tidak ingin diketahui sehingga potensi dan kesempatan ikhlas lebih terbuka lebar. Hal ini sesuai dengan apa yang disabdakan Nabi Muhammad SAW; “Jika engkau memberi dengan tangan kanan, jangan sampai tangan kirimu mengetahuinya”. Dalam hadist ini dapat diambil sebuah kesimpulan yakni, pentingnya bersedekah dengan ikhlas dan tanpa mengharapkan balasan apapun, bahkan hanya untuk sekedar diketahui identitasnya.
Diantara keistimewaan shodaqoh adalah dapat mencegah dari bala' atau bencana. Bencana menurut Abah Muchlas (sesuai hadits yang termaktub dalam bab ini) datang ketika pagi hari, maka hal yang dapat mencegah bencana yang akan ditimpakan pada hari itu ialah dengan bersedekah. Seperti halnya pula saat kita sedang ditimpa sebuah mimpi buruk, selain memohon perlindungan dari Allah hal lain yang bisa dilakukan adalah dengan bersedekah dengan harapan bahwa mimpi buruk tersebut tidak sampai terjadi. Dan jika boleh diibaratkan, maka shodaqoh itu laksana tanaman bayam, jika dipetik maka akan semakin banyak berbunga (ruas-ruasnya atau batang tumbuhannya akan semakin bermunculan). Oleh karena itu, kita oleh Allah dianjurkan untuk sering melakukan sedekah, dikarenakan banyaknya keistimewaan yang terkandung didalamnya.
Selain shodaqoh, hal patut pula diperhatikan ialah adab kita terhadap pemberian orang lain. Kita boleh menerima pemberian entah berupa hibbah atau sedekah yang diberikan seseorang terhadap kita. Namun, kita tidak boleh berharap untuk diberi. Karena berharap atas pemberian orang lain merupakan sebuah kehinaan, terlebih dengan cara meimnta-minta. Naudzubillah…
Kontributor : Tim Elhida Press
Penulis : Sylviyatul Aliyyah
Di rangkum pada pengajian sabtu sore
Oleh KH. Muchlas Ismail
Pada Bab Shodaqoh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar