Sabtu, 14 Desember 2019

Artikel Istimewa : SANTRI DAN ADABNYA


SANTRI DAN ADABNYA  (PART 1)

Santri, biasanya adalah orang yang mencari ilmu di dunia pesantren. Kebanyakan mereka berdomisili didalamnya. Namun ada juga dari mereka yang hanya mengaji saja tidak bertempat tinggal dipondok. Diantara instrumen pondok itu adalah Kyai sebagai pengampu dan pendidik para santri. Oleh karena dalam dunia pesantren terdapat adanya hubungan santri dan kyai maka perlu adanya aturan seorang santri agar dapat berakhlak terhadap kyai/gurunya. Seperti halnya keterangan berikut: (dalam kitab Majmuah Rasail Imam Ghozali)
آداب المتعلم مع العالم: يبدؤه بالسلام ، ويقل بين يديه الكلام ، ويقوم له إذا قام ، ولا يقول له : قال فلان خلاف ما قلت ، ولا يسأل جليسه في مجلسه ، ولا يبتسم عند مخاطبته ، ولا يشير عليه بخلاف رأيه ، ولا يأخذ بثوبه إذا قام ، ولا يستفهمه عن مسألة في طريقه حتى يبلغ إلى منزله، ولا يكثر عليه عند ملله.  

Artinya, “Adab murid terhadap guru, yakni: mendahului beruluk salam, tidak banyak berbicara di depan guru, berdiri ketika guru berdiri, tidak mengatakan kepada guru, “Pendapat fulan berbeda dengan pendapat Anda”, tidak bertanya-tanya kepada teman duduknya ketika guru di dalam majelis, tidak mengumbar senyum ketika berbicara kepada guru, tidak menunjukkan secara terang-terangan karena perbedaan pendapat dengan guru, tidak menarik pakaian guru ketika berdiri, tidak menanyakan suatu masalah di tengah perjalanan hingga guru sampai di rumah, tidak banyak mengajukan pertanyaan kepada guru ketika guru sedang lelah.”   

Dari kutipan di atas dapat diuraikan kesepuluh adab murid terhadap guru sebagai berikut:
1). Mendahului mengucapkan salam
Seorang santri hendaknya mendahului beruluk salam kepada guru atau kyai.  

2). Tidak banyak berbicara di depan guru atau kyai
Karena dengan adanya banyak berbicara bisa berarti merasa lebih tahu. Apa bila hal ini dilakukan di depan guru atau kyai, maka bisa menimbulkan kesan seolah-seolah murid lebih tahu dari pada gurunya, kecuali hal tersebut atas perintah guru.    

3). Berdiri ketika guru atau kyai berdiri
Bila guru atau kyai berdiri, santri sebaiknya lekas berdiri juga. Demikian pula jika guru atau kyai duduk sebaiknya santri juga duduk.   

4).Tidak mengatakan kepada guru atau kyai, “Pendapat orang ini berbeda dengan pendapat njenengan.” 
Sebaiknya santri meminta izin terlebih dahulu untuk menyampaikan pendapat orang lain yang berbeda. Jika guru berkenan, santri tentu boleh menyampaikan hal itu. 

5). Tidak bertanya-tanya kepada temannya
Santri hendaknya bertanya kepada guru atau kyai ketika ada hal yang belum jelas. 

6). Tidak mengumbar senyum ketika berbicara kepada guru atau kyai

7). Tidak menunjukkan secara terang-terangan karena perbedaan pendapat dengan guru atau kyai

8). Tidak menarik pakaian guru atau kyai ketika berdiri

9).Tidak menanyakan suatu masalah di tengah jalan hingga guru atau kyai sampai di rumah atau dalam posisi nyaman untuk ditanyakan

10). Tidak banyak mengajukan pertanyaan kepada guru atau kyai ketika beliau sedang lelah

Penulis menambahkan beberapa poin tentang adab santri kepada kyainya saat di pesantren:

1). Tidak pulang sebelum dapat ijin atau sudah ditentukan boleh pulang. Karena pada zaman sekarang banyak santri yang dikarenakan merasa sudah tidak ada kegiatan, ia memilih sendiri untuk pulang. Padahal di pondok masih terdapat kegiatan bersama yang dilakukan oleh kyai bersama santrinya.

2).Sowan kepada kyai jika hendak pulang atau kembali ke pondok.

3). Berziarah ke makam pendiri pesantren jika hendak pulang atau kembali ke pondok.


Artikel Pesantren Tim Elhida Press
Penulis : Alfi Nur Abidlohtul H


1 komentar:

Pendaftaran santri baru Pondok Pesantren Al-Hidayah

 http://gg.gg/ppdb-ppalhidayahkarangploso