TANGIS NABI YAHYA SEBAB NERAKA
Dihikayatkan bahwa Nabi Zakaria bila hendak menyiarkan da'wah serta memberi nasihat, ia lebih dulu menoleh kanan-kiri mencari putranya, Nabi Yahya. Jika putranya tidak ada dalam majelis tersebut, mulailah Nabi Zakaria berda'wah. Hal itu dilakukan karena jika Nabi Yahya mendengar ayat-ayat dan menceritakan mengenai azab neraka, kesengsaraan, dan keganasan di dalamnya Nabi Yahya akan menangis. Jiwa Nabi Yahya melemah seketika jika beliau mengetahui hal tersebut.
Dalam suatu pertemuan da'wah, Nabi Yahya ikut hadir tanpa sepengetahuan ayahnya. Saat itu Nabi Zakaria sedang menceritakan ayat-ayat neraka seraya menangis dan mengatakan "Jibril menceritakan kepadaku bahwa di Jahannam terdapat sebuah gunung bernama 'sakran' di atas lembah bernama 'ghadhban' . Di lembah itu terdapat sumur-sumur api, dalamnya tiap sumur sejauh perjalanan dua ratus tahun. Di dalam sumur-sumur itu terdapat peti-peti mayat yang berisikan rantai dan belenggu".
Mendengar cerita itu, Nabi Yahya langsung berdiri di antara jama'ah yang hadir. Nabi Yahya keluar sambil berteriak "Oh sakran.. Oh Ghadhban". Kemudian Nabi Zakaria dan istrinya segera keluar menyusul Nabi Yahya. Seketika Nabj Yahya hilang dari pengawasan orangtuanya. Dan ditemukan keberadaannya di atas sebuah bukit dengan berteriak "Aku tidak akan makan dan minum sebelum aku mengetahui tempatku di surga atau di neraka". Kemudian ibu Nabi Yahya berseru dari bawah bukit "Hai anakku! Demi kandunganku akan engkau dalam perutku dan demi susu yang telah kau tetek daripadaku, turunlah dan pulanglah kerumah". Nabi Yahya menuruti apa yang diperintahkan ibunya dan segera turun dari atas bukit.
Setibanya di rumah, Nabi Yahya diberi makan oleh ibunya dan ayahnya menyuruh untuk mengenakan pakaian yang dilepaskan dari tubuh ayahnya. Kemudian Nabi Yahya dibiarkan tidur setelah makan. Dalam tidurnya, Nabi Yahya bermimpi seakan ada seruan "Hai Yahya.. Engaku telah memperoleh rumah lebih baik dari rumah-Ku". Terbangunlah Nabi Yahya dari tidurnya dalam keadaan gemetar dan menangis ketakutan. Nabi Yahya berkata kepada kedua orangtua "Ambillah kembali pakaian ini, aku tidak menghendaki kebinasaan".
Dan Nabi Zakaria berkata "Biarlah putraku mengurus dirinya sendiri, semoga ia selamat dan terbebas dari api neraka". Kemudian Allah .swt. mewahyukan ayat pada Nabi Zakaria "Sesungguhnya Aku telah mengharamkan api neraka atas kamu". Dengan adanya wahyu tersebut, Nabi Zakaria dan keluarganya semakin giat dalam beribadah dengan hati yang tenang dan selalu mengingat akan kebesaran Allah .swt.
Sebagaimana firman Allah .swt. dalam Al-Qur'an :
فَاسْتَجَبْنَا لَهُۥ وَوَهَبْنَا لَهُۥ يَحْيٰى وَأَصْلَحْنَا لَهُۥ زَوْجَهُۥٓ ۚ إِنَّهُمْ
كَانُوا يُسٰرِعُونَ فِى الْخَيْرٰتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا ۖ وَكَانُوا لَنَا خٰشِعِينَ
"Maka Kami kabulkan (doa)nya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya, dan Kami jadikan istrinya (dapat mengandung). Sungguh, mereka selalu bersegera dalam (mengerjakan) kebaikan dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka orang-orang yang khusyuk kepada Kami."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 90)
Sumber : Kitab Durratun Naasihiin (Keterangan tentang neraka Al-Jahim dan Zabaniah)
Penulis :Nila Andrias
Kontributor : Tim El-Hida Press
Tidak ada komentar:
Posting Komentar