Melihat keadaan nabi aiyub yang diliputi kemewahan dunia serta ridho allah swt, iblis merasa iri hati. Iblis ingin merusak, mengganggu dan menghancurkan kebahagiaan tersebut. Ketika allah bertanya kepada iblis tentang pendapatnya mengenai nabi aiyub, iblis berkata: “ya tuhanku! Sesungguhnya aiyub tidak menyembah dan bertaat kepada-mu. Tetapi tetapi kepada dunia yang engkau karuniakan kepadanya.” Kemudian allah menjawab: “aku mengetahui bahwa aiyub taat kepadaku walaupun aku tak memberinya kemewahan duniawi.”
Kemudian iblis meminta izin kepada allah swt. untuk mengganggu ketaatan nabi aiyub. Dan allah member izin padanya. Cobaan pertama, bencana kebakaran besar yang membinasakan ternak dan harta nabi aiyub. Kemudian iblis berbisik mengganggu nabi aiyub berusaha menggoyahkan ketaatan beliau. Namun beliau bersabar dan tetap bersyukur kepada allah swt. cobaan kedua, tewasnya empat belas buah hati nabi aiyub tertimpa rumah. Dan iblis kembali membisikan godaan kepada nabi aiyub agar ketaatannya kepada allah tergoyahkan. Tapi masih tetap saja, nabi aiyub bersabar dan bersyukur atas nikmat yang masih ada.
Iblis masih tetap saja bersikeras menipiskan keimanan nabi aiyub, dengan meniupkan baksil penyakit dalam mulut dan hidung nabi aiyub dikala nabi aiyub bersujud. Akibatnya, seluruh tubuh nabi aiyub bengkak mengeluarkan banyak keringat.
Penyakit nabi aiyub menjadi makin parah, bisul cacar menjalari seluruh tubuhnya. Lama kelamaan penyakit itu mengeluarkan nanah dan ulat. Sehingga nabi aiyub dijauhi semua orang karena merasa jijik, begitupun dengan istri-istri beliau. Hanyalah rahmah, istri beliau yang setia menemani disiang dan malam. Hingga keduanya diusir dari perkampungan itu.
Setelah mengalami masa yang begitu sulit, rahma berkata kepada nabi aiyub: “wahai suamiku, cobalah engkau berdo’a memohon kepada allah agar penyakitmu segera sembuh”. Kemudian nabi aiyub berkata kepada istrinya: “kita telah mengalami dan merasakan kenikmatan selama 80 tahun, sedangkan kesengsaraan kita masih belum selama itu. Aku malu kepada allah seakan-akan kita kehilangan kesabaran.”
Namun pada akhirnya nabi aiyub memohon pertolongan pada allah swt. sebagaimana diceritakan dalam ayat:
“dan (ingatlah kisah) aiyub ketika menyeru tuhannya : “ya tuhanku. Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit, danengkau adalah tuhan yang maha penyayang diantara semua penyayang.” Kamipun memperkenalkan seruannya, lalu kami lenyapkan penyalit dan kami kembalikan keluarganya kepadanya. Dan kami lipat gandakan bilangan mereka sebagai suatu rahmat dari sisi kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua menyembah allah swt.”
Diceritakan pula bahwa sebagai balasan do’a beliau, allah mengutus malaikat jibril dengan membawa dua buah delima sebagai obat dari penyakit beliau. Serta mandi dan minum dari air yang keluar dari tanah bekas kaki beliau. Maka sembulah nabi aiyub dari segala penyakitnya padatanggal 10 asyura. Kesehatannya menjadi lebih baik, wajahnya bersinar, dan dapat berkumpul lagi denga keluarganya.
Rasulullah saw bersabda:
“satu jam bersabar atas suatu musibah lebih baik dari ibadah satu tahun.”
Penulis : Rifdah
Kontributor : Tim Elhida Santri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar