Selasa, 22 September 2020

PENCIPTAAN LANGIT DAN BUMI



PENCIPTAAN LANGIT DAN BUMI
Diriwayatkan bahwa ketika Allah swt menciptakan langit dan bumi, terlebih dahulu sebuah permata hijau yang berlipat ganda berukuran lebih besar dari langit dan bumi. Dengan suatu pandangan dari Allah swt, menjelmalah permata itu menjadi air mendidih yang menimbulkan busa serta asap mengepul. Kemudian terciptalah langit dari asap itu dan bumi dari busa air yang mendidih. 
Selanjutnya Allah swt mengutus Malaikat turun ke bumi sampai lapisan ke tujuh, disangganya bumi tujuh lapis itu diatas pundaknya seraya kedua tangannya terbuka memegang bumi agar tidak bergerak. Karena kedua kaki malaikat itu tidak berpijak, maka Allah menurunkan seekor kerbau yang mempunyai 70.000 tanduk dan 40.000 kaki sebagai pijakan bagi Malaikat tersebut.
Kedua kaki Malaikat itu tetap tidak dapat berpijak, maka diturunkanlah oleh Allah swt sebuah permata hijau dari tingkat surga tertinggi yang tebalnya sejauh perjalanan 500 tahun. Dan permata itu diletakkan diantara punggung dan ekor kerbau, barulah Malaikat itu dapat berpijak dengan tepat.
Tanduk kerbau itu keluar dari bumi, sedang badannya berada di dasar laut. Setiap hari kerbau itu bernafas dua kali,  jika menarik nafas maka surutlah air laut dan jika membuang nafas maka pasanglah air laut. Karena tidak ada tempat berpijak untuk si kerbau, maka Allah swt menciptakan sebuah batu karang setebal tujuh lapis langit dan bumi. Untuk tempat batu karang itu Allah swt menciptakan seekor ikan besar bernama Nun, berjuluk “Yalhub” dan bergelar “Yahmut”.

Sumber : Kitab Durratun Nasihin 
Penulis : Rosi Nurfadilah
Kontributor : Tim Elhida Santri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pendaftaran santri baru Pondok Pesantren Al-Hidayah

 http://gg.gg/ppdb-ppalhidayahkarangploso